KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081290753675 (Office) ; 082357661212 (Online order Only)
  • Whatsapp - 082357661212(Online Order Only)
  • Line - rollaasofficial
  • rolasnusantaramandiri@rollaas.co.id
Beranda » Rolaspedia » TENTANG TEH » Rolas Black Tea

Rolas Black Tea

Rolas Black Tea Premium merupakan produk teh hitam yang berasal dari jenis pohon teh yang tumbuh di dua perkebunan teh yang berbeda. diolah dari pucuk daun teh terbaik yang ditanam di pegunungan Tengger dan pegunungan Arjuno dengan ketinggian 900 – 1200 m Dpl dan di proses secara CTC (Crushing, Tearing, Curling) dengan memperhatikan system manajemen mutu HACCP, GMP dan ETP. Diperolehlah mutu terbaik teh dengan standard international, sehingga diminati pecinta teh dari Eropa dan Asia dan sudah menjadi komoditas ekspor dari tahun 1830.

Penjelasan istilah HACCP, GMP dan ETP

HACCP
~ HACCP adalah singkatan dari Hazard Analysis Critical Control Point. Filosofi sistem HACCP ini adalah pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan berdasarkan pencegahan preventif (preventive measure) yang dipercayai lebih unggul dibanding dengan cara-cara tradisional (conventional) yang terlalu menekankan pada sampling dan pengujian produk akhir di laboratorium.Sistem HACCP lebih menekankan pada upaya pencegahan preventif untuk memberi jaminan keamanan produk pangan. Pada tahun 1993 Badan Konsultansi WHO untuk Pelatihan Implementasi Sistem HACCP pada Industri Pengolah Pangan membuat suatu rekomendasi agar pemerintah sebagai pembina dan industri pangan sebagai produsen pangan berupaya menerapkan sistem HACCP.

HACCP merupakan suatu sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan secara preventif yang bersifat ilmiah, rasional dan sistematis dengan tujuan untuk mengidentifikasi, memonitor dan mengendalikan bahaya (hazard) mulai dari bahan baku, selama proses produksi/pengolahan, manufakturing, penanganan dan penggunaan bahan pangan untuk menjamin bahwa bahan pangan tersebut aman bila dikonsumsi.

GMP
~ GMP adalah singkatan dari Good Manufacturing Practices. Kesadaran konsumen pada pangan adalah memberikan perhatian terhadap nilai gizi dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Faktor keamanan pangan berkaitan dengan tercemar tidaknya pangan oleh cemaran mikrobiologis, logam berat, dan bahan kimia yang membahayakan kesehatan.Untuk dapat memproduksi pangan yang bermutu baik dan aman bagi kesehatan, tidak cukup hanya mengandalkan pengujian akhir di laboratorium saja, tetapi juga diperlukan adanya penerapan sistem jaminan mutu dan sistem manajemen lingkungan, atau penerapan sistem produksi pangan yang baik (GMP– Good Manufacturing Practices) dan penerapan analisis bahaya dan titik kendali kritis maupun HCCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).

GMP harus diimplementasikan untuk semua bagian termasuk Processing Area, Logistik dan Area Penyimpanan (Gudang), Laboratorium, Manufacturing Area, Maintenance&Engineering, dan manajemen. Semua harus satu kata. Semua bagian harus secara komitmen dan konsisten mengimplementasikan GMP ini.Oleh sebab itu untuk memantau implementasi GMP dilapangan perlu dilakukan audit. Audit ini bisa dibagi menjadi audit internal dan eksternal. Audit internal berasal dari auditor yang ditunjuk dan diberi kewenangan untuk mengaudit pabrik tersebut. Audit internal ini bisa berasal dari gabungan karyawan dari berbagi bagian/departemen. Diharapkan audit internal ini bisa mengevaluasi dan memberi masukan kepada pihak yang bertanggungjwab di pabrik(perusahaan tsb). Kesubyektifan ini bisa diganti dengan diadakannya audit eksternal. Auditor eksternal bisa dari berbagai macam institusi baik milik pemerintah maupun milik swasta. Tapi ada syarat dalam memilih auditor eksternal, yaitu: institusi auditor eksternal tersebut harus memiliki akses ke KAN (Komite Akreditasi Nasional).

ETP
~ ETP adalah singkatan dari Electrolitic Tin Plate. Teknologi pengemasan makanan telah berkembang sedemikian pesat seiring dengan kecenderungan masyarakat dalam memenuhi selera gaya hidup dan kebutuhannya. Disadari atau tidak, sedemikian variatifnya makanan kemasan yang tersaji di pasaran temyata dalam proses produksinya membutuhkan tingkat kecermatan yang tinggi agar produk komersial tersebut layak dikonsumsi. Dan ternyata pula bahwa sisa bahan kemasan karena bersifat non biodegradable dapat membahayakan lingkungan kalau tidak diproses melalui daur ulang.

Bahan kemasan kaleng dibuat dari bahan Electrolyte Tin Plate (ETP), Tin Free Steel (TFS) dan Aluminium. Spesifikasi kaleng ditentukan oleh dua kebutuhan, yaitu kekuatan wadah dan daya simpan yang dimiliki produk dalam kaleng. Kebutuhan akan kekuatan kaleng perlu disesuaikan dengan beberapa hal yaitu kecepatan jalur pengolahan, keadaan dan kondisi alat penutup kaleng, atrnosfir, aliran uap air, kevakuman yang banyak mempengaruhi pendinginan dengan tekanan, serta cara penanganan pasca proses (tinggi tumpukan dan jenis karton). Sedangkan kebutuhan terhadap daya simpan isi kaleng ditentukan oleh daya korosif produk, lapisan timah putih atau tin free steel, sifat basic steelnya, plate surface treatment dan jenis organic coating.

 

Kembali pada bahasan tentang Black Tea. Black Tea atau Teh hitam umumnya lebih berasa seleranya dan lebih banyak mengandung kafein daripada teh yang tak teroksidasi.

Dalam bahasa Tionghoa dan bahasa-bahasa yang secara kultural dipengaruhi, Black Tea dikenal sebagai Red Tea atau teh merah (紅茶, Bahasa Mandarin hóngchá; bahasa Jepang kōcha; bahasa Korea hongcha), barangkali merupakan deskripsi lebih akurat atas warna airnya. Namun, nama Black Tea bisa pula merujuk ke warna daun yang teroksidasi. Dalam bahasa Tionghoa, Black Tea adalah klasifikasi yang umum digunakan buat teh pascafermentasi, seperti teh Pu-erh. Namun, di dunia Barat, “Red Tea atau teh merah” biasanya merujuk ke tisane rooibos dari Afrika Selatan.

Bila Green Tea biasanya kehilangan rasanya dalam setahun, rasa Black Tea tetap bertahan selama beberapa tahun. Atas alasan ini, Green Tea sudah lama diperdagangkan, dan balok Black Tea yang dipadatkan malah menjadi mata uang de facto di Mongolia, Tibet dan Siberia pada abad ke-19.

Istilah Black Tea juga digunakan untuk menggambarkan secangkir teh tanpa susu, mirip dengan kopi yang dihidangkan susu maupun krim. Di negara-negara Persemakmuran, Black Tea biasanya tidak diminum begitu saja tapi diberi susu.

 

Menikmati suasana pagi memang tepat bila ditemani oleh secangkir Rolas Black Tea Premium hangat. Apalagi saat menjelang sore, sambil memandang indahnya langit dengan semburat jingga menawan, Rolas Black Tea Premium bisa menjadi teman yang pantas dalam suasana tersebut. Rolas Black Tea Premium dipercaya dapat membantu menenangkan hati dan pikiran di kala penat melanda. Dan tidak hanya itu, Rolas Black Tea Premium juga mempunyai khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh jika di minum secara teratur.

 

Bagikan informasi tentang Rolas Black Tea kepada teman atau kerabat Anda.

Rolas Black Tea | Rolas Store

Temukan Kami

Kontak Kami

  • Hotline : +62 31 3551896
  • LINE : rollaasofficial
  • Email : rollaascoid@gmail.com

 Rolas Official Instagram

Rollaas Counters

Alamat Depo ROLAS

  • Depo MALANG : Jl. Karang Duren No. 8 Pakisaji –
    Malang. CP (Wahyudi) 081357756038
  • Depo BALI : Jl. Bukit Sari I No. 3Padang Sambian –
    Denpasar Barat. CP (Maya) 081326820399
  • Depo JEMBER : Jl. GajahMada No. 249 – Jember. CP (Afif) 081333899817
  • Depo BANYUWANGI : Jl. Raya Kalistail – Banyuwangi. CP (Afif) 081333899817
Cart
Kontak