robusta_beanRolas  Java Robusta Coffee adalah kopi 100% murni dibuat dari biji kopi pilihan produksi Rolas Nusantara Mandiri yang merupakan anak perusahaan PTPN XII (Persero) Jawa Timur Indonesia. Di proses secara wash process oleh tenaga ahli yang berpengalaman. Rolas  Java Robusta Coffee diolah dan dikemas dengan kemasan yang memenuhi standar Internasional ETP (Electrolitic Tin Plate), dijamin kestabilan rasa dan aromanya. Di tanam diperkebunan PTPN XII Bangelan,  Malang  dan Ngrangkah Pawon, Kediri. Kedua perkebunan tersebut  menghasilkan kopi robusta dengan kualitas terbaik kualitas ekspor.

Kopi Robusta yang ada di perkebunan Bangelan dan Ngrangkah Pawon ini juga di sebut Canephora. Nama Robusta dipergunakan untuk tujuan perdagangan, sedangkan Canephora adalah nama botanis. Jenis kopi ini berasal dari Afrika, dari pantai barat sampai Uganda. Kopi Robusta memiliki kelebihan dari segi produksi yang lebih tinggi di bandingkan jenis kopi Arabika dan Liberika.

robusta_rolas

Ciri-ciri Kopi Robusta berdaun lebar dan tipis, dapat ditanam di ketinggian 400–900 m Dpl.

Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea Canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m Dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman.

Rolas  Java Robusta Coffee  merupakan hasil dari olahan Kopi Robusta (Coffea Robusta) tanaman budidaya berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Daunnya berbentuk bulat telur dengan ujung agak meruncing. Daun tumbuh berhadapan dengan batang, cabang, dan ranting-rantingnya. Permukaan atas daun mengkilat, tepi rata, pangkal tumpul, panjang 5-15 cm, lebar 4,0-6,5 cm, pertulangan menyirip, tangkai panjang 0,5-1,0 cm, dan berwarna hijau.

Menurut para ahli, hampir seluruh produksi kopi Robusta di seluruh dunia dihasilkan secara kering dan untuk mendapatkan rasa lugas tidak boleh mengandung rasa-rasa asam dari hasil fermentasi. Kopi Robusta memiliki kelebihan dari kopi jenis varietas lain yaitu kekentalan lebih dan warna yang kuat.

java_robusta_20_g-1

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi

Guna memperoleh hasil produksi dengan kualitas yang terbaik (superior) maka diperlukan suatu analisis untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh dalam kualitas biji Kopi Robusta. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya, Malang  dengan judul : “PRODUCTION AND PROFIT ANALYSIS OF ROBUSTA COFFEE EXPORT QUALITY (CASE STUDY AT PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO) NGRANGKAH PAWON PLANTATION, KEDIRI REGENCY” diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produksi Kopi Robusta ekspor di Kebun Ngrangkah Pawon antara lain:

  1. Pemanenan kopi robusta di Kebun Ngrangkah Pawon yang dilakukan oleh pekerja borongan, kadang-kadang masih kurang sempurna karena pekerja borongan yang terpenting bagi mereka adalah hasil panennya yang banyak sehingga dari hasil panennya masih banyak biji Kopi Robusta yang muda masih terbawa saat panen dan biji yang seharusnya dipanen masih tertinggal di pohon.Kegiatan pemanenan yang dilakukan di Kebun Ngrangkah Pawon setiap harinya masih belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan karena hasil panennya masih 10 persen mengandung biji inferior sehingga menurunkan kualitas hasil olahan, sedangkan yang masuk dalam kualitas superior mencapai 90 persen.
  2. Pengupasan di Kebun Ngrangkah Pawon menggunakan mesin yang bernama Vis Pulper sehingga mesin yang digunakan harus diatur ukuran pisaunya agar biji kopi gelondong dapat dikupas keseluruhan tanpa meninggalkan residu dan tidak menghancurkan biji kopi yang dikupas. Secara keseluruhan dari hasil pengupasan yang dilakukan oleh Kebun Ngrangkah Pawon sudah baik karena prosentase hasil pengupasan sebanyak 99 persen hasilnya baik dan yang 1 persen terdapat cacat.
  3. Pencucian pada biji kopi yang telah dikupas kulit luarnya bertujuan untuk membersihkan lendir atau pulp yang menempel pada biji kopi. Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan mesin yang bernama raung washer sehingga pengaturan mesin untuk pencucian harus dilakukan dengan baik agar proses pencucian dapat berjalan dengan lancar dan hasil pencucian sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Prosentase hasil pencucian yang dilakukan 98,7 persen telah baik dan 1,3 persen terdapat cacat.
  4. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan mesin pengering. Saat kegiatan pengeringan biji Kopi Robusta, perlu dilakukan uji petik hasil pengeringan. Uji petik hasil pegeringan bertujuan untuk mengetahui prosentase biji kopi normal, biji cokelat, biji berkulit ari, biji tutul, biji muda, biji berlubang satu, biji berlubang >1, biji hitam sebagian dan biji hitam serta mengetahui kadar air dari biji kopi robusta. Prosentase hasil pengeringan yang dilakukan telah baik dengan 97 persen sesuai standar, sedangkan yang 3 persen mengalami cacat mutu.

kb_gunung_ijen-1

Untuk memenuhi besarnya permintaan pasar, untuk saat ini Rolas Nusantara Mandiri memproduksi Rolas  Java Robusta Coffee dalam beberapa varian, yaitu: Rolas Robusta Coffee, tersedia dalam kemasan 120g. Kopi Bubuk Robusta Gunung Ijen,  tersedia dalam kemasan 250g. Rolas Kopi Kintamani, tersedia dalam kemasan 120g. d’SILOS, tersedia dalam kemasan 120g.

Share Rolaspedia ke FB..